APLIKASI PLC OMRON (CPM 1A) PADA
I. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi baik analog maupun digitak saat ini telah berkembang sangat pesat. Dari ditemukannya benda seperti transistor hampir bisa mengubah peradaban manusia, dari yang dulunya menggunakan teknologi secara manual tetapi setelah ditemukan benda ini semua system berangsur-angsur otomatis. Telah banyak benda kerja yang dikembangkan dari transistor sebagai contoh adalah mikrokontroler dan lain sebagainya.
PLC juga merupakan pengembangan terbaru dari system sebelumnya yang masih harus repot menggunakan banyak relay tetapi dengan ini semua bisa diatasi. Input dan output PLC ini bisa berupa data analog dan digital tergantung si pemakai menggunakan yang mana. Kemudian juga telah dikembangkan pula system atau katup pengatur udara dan oli yaitu system pneumatic yang dilengkapi juga dengan actuator yang sering disebut piston.
Pada system yang kami buat ini memanfaatkan teknologi pneumatic tersebut yaitu control system dengan mengatur tekanan udara yang masuk ke system. Hal ini dikarenakan alat yang kami buat aka lebih mudah dikerjakan dengan system pneumatic ini. ALat pengontrol yang digunakan adalah PLC, alasan kami menggunakan PLC adalah karena selain mudah dalam hal pengoperasiannya, bahasa PLC juga telah dikuasai oleh hampir mahasiswa yang ada.
Sekilas tentang alat ini adalah suatu rancangan system yang nantinya bisa mengotomasi pembentukan alas sandal sekaligus langsung membentuk model dari sandal tersebut sesuai keinginan. Sistem ini juga dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi benda yang nantinya akan menyebabkan system ini akan bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Model pneumatic yang digunakan adalah katup 4/2 dengan pengaktif berupa tegangan dan dilengkapi dengan spring.
Pada system ini sebenarnya terdapat dua konveyor yaitu konveyor utama dan konveyor pendukung, tapi nanti dalam pembahasan kami hanya akan mengulas kerja ada konveyor utama saja. Karena cara kerja kedua konveyor itu hampir sama mungkin berbeda tingkatan fase kerjanya. Apabila anda ingin tau lebih jauh tentang system yang kami buat ini maka kami telah menyajikan bagan gambar beserta keterangan apa saja control dan sensor yang digunakan. Dan juga dilengkapi dengan program PLC, Ladder diagram beserta wiring diagramnya. Dan harapannya system kami ini dapat berguna dan bila ada kekurangan kami sangat mengharapkan bantuan evaluasi dari anda semua. Selamat membaca.
II. PRINSIP KERJA SISTEM
Pada system ini, komponen yang paling utama sebagai pembangun kerja dari system adalah pneumatic dan PLC sebagai alat kontrolnya. Pada system ini terdapat konveyor yang digerakkan oleh motor dan konveyor ini berfungsi untuk pengarah kerja dari system ini. Adapun cara kerja dari system ini adalah :
1.Apabila tombol push button (00) ditekan maka system ini akan mulai bekerja dengan ditandai dengan bergeraknya konveyor (10.00).
2.Setelah konveyor bergerak dan disitu ada benda kerjanya maka sensor 1 (02) dan sensor 2 (03) akan aktif. Sensor ini berfungsi untuk memberhentikan gerak konveyor untuk sementara waktu sampai benda kerja selesai dikerjakan system.
3.Setelah konveyor berhenti maka piston 1 (10.01) atau dikatakan sebagai piston penjepit akan bekerja untuk menekan benda kerja yang ada dihadapan piston tersebut sampai sensor 3 yaitu proximity switch (04) aktif. Dalam arti piston benar-benar dalam kondisi ngage (mengembang).
4.Setelah sensor 3 aktif maka piston pengepres (10.02) akan mulai bekerja. Piston ini berfungsi untuk mengepres benda benda kerja sekaligus memberi bentuk pada alas sandal serta akan memotong benda tersebut menjadi cetakan sandal. Hal ini karena pada lempeng pengepres piston tersebut telah dilengkapi dengan besi cetakan yang telak diberi bentuk dan dipanaskan dengan menggunakan hitter.
5.Setelah kira-kira 5 detik maka piston pengepres akan kembali ketempat semula. Dan setelah beberapa detik sensor penjepit juga akan kembali ketempatnya semula.
6.Setelah semua kembali ketempatnya semula baik piston penjepit dan pengepres maka selang beberapa detik konveyor akan aktif kembali, sampai sensor 1 dan 2 aktif lagi dan konveyor berhenti untuk melakukan kerja.
7.Untuk Piston ketiga (10.03) atau dikatakan sebagai piston pengalih benda kerja pada system berikutnya akan aktif bila sensor 4 sebagai deteksi benda (05) aktif. Piston akan aktif setelah beberapa detik sensor ini aktif. Dan piston akan mendorong benda kerja menuju konveyor berikutnya.
8.Begitu system ini akan bekerja hingga bila pada suatu saat pemakai ingin mematikan system secara mendadak maka bila tombol off (01) ditekan semua system akan mati secara keseluruhan. Dan kerja system selesai.
MNEMONIK LADDER DIAGRAM :
LD 00 AND NOT TIM3
OR 200.00 AND NOT 01
OR TIM2 OUT 200.08
AND NOT 200.01 LD 200.08
AND NOT 01 TIM3 (#30/20)
OUT 200.00 LD TIM3
LD 200.00 OR 200.09
OUT 10.00 AND NOT TIM4
LD 02 OUT 200.09
AND 03 TIM4 (#10)
FUN 13 # 200.01 LD 200.09
LD 200.01 OUT 10.03
OR 200.02
AND NOT TIM1
AND NOT 01
OUT 200.02
LD 200.02
OUT 10.01
LD 04
FUN 13 #200.03
LD 200.03
OR 200.04
AND NOT TIM0
AND NOT 01
OUT 200.04
LD 200.04
OUT 10.02
TIM0 (#50)
LD TIM0
OR 200.05
AND NOT TIM1
AND NOT 01
OUT 200.05
LD 200.05
TIM1 (#10/20)
LD TIM1
OR 200.06
AND NOT TIM2
OUT 200.06
LD 200.06
TIM2 (#10/20)
LD 05
AND NOT 01
OUT 200.07
LD 200.07
OR 200.08
KESIMPULAN
1.Sebagian besar system ini dikontrol oleh PLC dan dengan perantara pneumatic yang memiliki katup 4/2, adapun cara kerja system ini secara sequensial (berurutan) dari kerja satu ke kerja selanjutnya.
2.Sistem pewaktuan pada system ini dapat diganti atau diubah-ubah sesuai dengan keinginan si pemakai. Dalam hal ini timer yang digunakan dalam system ini.
3.Hasil kerja dari system ini sebenarnya masih belum selesai dan akan berlanjut pada system yang berikutnya, yaitu konveyor kedua.
4.Kami tidak memperhitungkan seberapa besar sensitifitas dari sensor yang kami gunakan sehingga sebatas perancangan system yang hampir menyerupai system sesungguhnya.
Baca Selengkapnya...
1 comments